Bencana banjir berulang di Tapanuli Selatan menimbulkan dampak fisik sekaligus beban psikososial mendalam bagi warga di Hunian Sementara (Huntara), terutama kelompok perempuan dan usia dewasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak psikososial serta menerapkan asuhan keperawatan jiwa komunitas untuk memitigasi kecemasan pasca-bencana. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemulihan kesejahteraan mental masyarakat terdampak bencana, SDGs Target 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan resiliensi psikologis kelompok perempuan rentan, serta SDGs Target 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi non-struktural terhadap dampak psikososial bencana hidrometeorologi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, status psikososial 114 responden diskrining menggunakan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) sebagai pedoman analisis konten berbasis indikator sebelum dan sesudah intervensi keperawatan. Intervensi yang diberikan meliputi psikoedukasi dampak bencana serta pelatihan manajemen stres melalui teknik relaksasi napas dalam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya reduksi ketegangan emosional secara signifikan, peningkatan kontrol terhadap pola pikir khawatir, serta stabilisasi emosi interpersonal warga. Meskipun ketakutan antisipatoris terhadap banjir susulan cenderung menetap, asuhan keperawatan ini efektif meningkatkan resiliensi dan kemampuan koping adaptif masyarakat. Pendampingan berkelanjutan diperlukan guna mencegah risiko gangguan stres pasca-trauma yang kronis.
Copyrights © 2026