Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PROGRAM EDUKASI KKN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU GIZI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING Nur Sahara; Nurmaini Ginting; Andes Fuady; Benny Sofyan Samosir
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4687-4691

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Upaya pencegahan stunting tidak hanya memerlukan intervensi medis, tetapi juga perubahan perilaku gizi keluarga melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program edukasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) terhadap perubahan perilaku gizi keluarga dalam pencegahan stunting di wilayah pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri atas 40 keluarga yang memiliki balita dan mengikuti program edukasi gizi oleh mahasiswa KKN selama empat minggu. Instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku gizi yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan praktik gizi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan (p0,05), sikap (p0,05), dan praktik gizi keluarga (p0,05) setelah pelaksanaan program. Kegiatan KKN berbasis edukasi gizi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi keluarga, terutama dalam pemilihan bahan makanan bergizi, penerapan pola makan seimbang, serta praktik pemberian makanan tambahan pada balita. Dengan demikian, program edukasi KKN berperan penting sebagai bentuk intervensi berbasis masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN JIWA UNTUK MITIGASI DAMPAK PSIKOSOSIAL PASCA BENCANA BANJIR DI HUNIAN SEMENTARA (HUNTARA), TAPANULI SELATAN Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution; Astrid Budi Kurnia; Muhammad Darwis; Andes Fuady; Majidah Andi Laila Daulay
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.%p

Abstract

Bencana banjir berulang di Tapanuli Selatan menimbulkan dampak fisik sekaligus beban psikososial mendalam bagi warga di Hunian Sementara (Huntara), terutama kelompok perempuan dan usia dewasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak psikososial serta menerapkan asuhan keperawatan jiwa komunitas untuk memitigasi kecemasan pasca-bencana. Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemulihan kesejahteraan mental masyarakat terdampak bencana, SDGs Target 5 (Kesetaraan Gender) melalui penguatan resiliensi psikologis kelompok perempuan rentan, serta SDGs Target 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi non-struktural terhadap dampak psikososial bencana hidrometeorologi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, status psikososial 114 responden diskrining menggunakan instrumen Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) sebagai pedoman analisis konten berbasis indikator sebelum dan sesudah intervensi keperawatan. Intervensi yang diberikan meliputi psikoedukasi dampak bencana serta pelatihan manajemen stres melalui teknik relaksasi napas dalam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya reduksi ketegangan emosional secara signifikan, peningkatan kontrol terhadap pola pikir khawatir, serta stabilisasi emosi interpersonal warga. Meskipun ketakutan antisipatoris terhadap banjir susulan cenderung menetap, asuhan keperawatan ini efektif meningkatkan resiliensi dan kemampuan koping adaptif masyarakat. Pendampingan berkelanjutan diperlukan guna mencegah risiko gangguan stres pasca-trauma yang kronis.