Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha, jam kerja, dan financial technology terhadap pendapatan UMKM sektor kuliner di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta menguji peran mindset kewirausahaan sebagai variabel moderasi. UMKM kuliner di daerah ini menghadapi tantangan fluktuasi pendapatan meskipun jumlah usaha terus bertambah, sehingga diperlukan kajian komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 95 pelaku UMKM kuliner yang tersebar di Kecamatan Kotapinang dan Kampung Rakyat. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SmartPLS 4.0 dengan evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha (koefisien 0,534; t=9,122), jam kerja (koefisien 0,301; t=4,620), dan financial technology (koefisien 0,278; t=4,034) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Mindset kewirausahaan terbukti memoderasi pengaruh modal usaha terhadap pendapatan (koefisien interaksi 0,147; t=2,636; p=0,008), namun tidak terbukti memoderasi pengaruh jam kerja dan financial technology. Model penelitian mampu menjelaskan 79,6% variasi pendapatan UMKM (R²=0,796). Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal usaha, jam kerja, dan financial technology secara langsung meningkatkan pendapatan UMKM, sementara mindset kewirausahaan hanya memperkuat pengaruh modal usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan modal usaha, optimalisasi jam kerja, adopsi financial technology, dan pengembangan mindset kewirausahaan bagi pelaku UMKM, serta kebijakan pemerintah daerah yang mendukung akses permodalan, literasi digital, dan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan pendapatan UMKM kuliner secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026