Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dituntut bertransformasi sebagai tempat penyedia bahan pustaka cetak dan pusat rekreasi edukatif yang responsif terhadap kebutuhan pemustaka anak-anak melalui pemanfaatan teknologi digital. TBM Bina Kreasi Muda berinovasi menyediakan layanan sebagai ruang ekspresi dan penyaluran minat bakat anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan sinematografi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Kreasi Muda melalui analisis implementasi layanan sinematografi, proses produksi sinematografi, integrasi literasi, dan sinergi TBM Bina Kreasi Muda dengan sekolah. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan sinematografi di TBM Bina Kreasi Muda berfungsi efektif sebagai media belajar yang mengintegrasikan tiga dimensi literasi, yaitu literasi baca-tulis, literasi digital, dan literasi budaya lokal. Proses produksi film meliputi tahapan pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi memberikan ruang belajar berbasis proyek yang mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan olah tubuh/seni peran. Selain itu, penggunaan film sebagai media belajar mampu menjembatani pemahaman tata krama bahasa Sunda (undak-usuk basa) serta melestarikan kearifan lokal di tengah penurunan minat baca konvensional dan pergeseran karakter anak sekolah akibat penggunaan gawai.
Copyrights © 2026