Kecerdasan buatan generatif telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas akademik mahasiswa, namun pemanfaatannya sering kali belum diimbangi dengan pemahaman etika dan keterampilan menyusun prompt yang tepat. Sebagian besar mahasiswa masih menggunakan kecerdasan buatan berdasarkan pengalaman coba-coba tanpa pedoman tertulis, sehingga teknologi tersebut cenderung diposisikan sebagai mesin pembuat tugas alih-alih mitra berpikir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan, pemahaman etika penggunaannya, serta keterampilan prompt engineering pada mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, simulasi penyusunan prompt, dan praktik mandiri, dengan evaluasi melalui pretest, posttest, dan penugasan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan sekitar 85% peserta memperoleh kategori baik pada posttest. Mahasiswa juga menunjukkan perubahan pola penyusunan prompt, dari perintah yang sangat umum menjadi prompt yang lebih spesifik, kontekstual, dan reflektif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan etika dan prompt engineering efektif mengubah paradigma mahasiswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, dari sekadar alat penghasil jawaban instan menjadi mitra berpikir yang mendukung penalaran kritis dan integritas akademik.
Copyrights © 2026