Tingginya volume kendaraan angkutan barang menuju kawasan industri dan Pelabuhan Merak menyebabkan Jalan Raya Serang KM 20–KM 23 memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kecelakaan periode 2024–2025, serta menilai kelayakan ekonomi dua skenario lajur khusus sepeda motor berkonsep zero accident. Biaya kerugian ekonomi dihitung menggunakan metode The Gross Output berdasarkan pedoman Pd T-02-2005-B. Hasil menunjukkan total kerugian ekonomi mencapai Rp18.862.805.453, dengan titik rawan tertinggi pada Sub-Segmen F tahun 2024 dan Sub-Segmen A tahun 2025. Kecelakaan didominasi faktor human error, terutama gagal menjaga jarak dan ceroboh berpindah lajur, dengan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling banyak terlibat. Analisis kelayakan ekonomi selama umur rencana 40 tahun dengan discount rate 5,75% menunjukkan Alternatif 1 memiliki BCR 2,02, NPV Rp287.593.107, dan EIRR 10%, sedangkan alternatif 2 memiliki BCR 3,01, NPV Rp380.716.360, dan EIRR 13%. Alternatif 2 direkomendasikan sebagai solusi paling optimal karena memiliki kelayakan ekonomi dan efisiensi biaya yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026