Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran tanah akibat sampah plastik di lingkungan sekolah serta mengkaji keterkaitan antara pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan kesadaran siswa terhadap isu lingkungan tersebut. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah meskipun materi polusi telah diajarkan dalam pembelajaran IPA. Penelitian yang dilaksanakan di MTs Salafiyah-Syafi'iyah, Kabupaten Pohuwato, dengan Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lingkungan sekolah, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi tanah tergolong tinggi, ditandai dengan sampah plastik di sekitar kantin, taman, dan ruang kelas, serta degradasi kondisi tanah di lokasi pembuangan. Pembelajaran IPA diketahui telah memberikan pemahaman secara teori, namun belum mampu membentuk perilaku peduli lingkungan secara nyata di kalangan siswa. Diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual, seperti Project-Based Learning dan program integrasi insentif kebersihan, untuk menumbuhkan kesadaran ekologis. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa efektivitas pembelajaran IPA dalam membentuk perilaku peduli lingkungan masih terbatas pada aspek kognitif, sehingga perlu didukung dengan strategi edukatif yang mendorong aksi nyata di lapangan.
Copyrights © 2025