Permainan tradisional bola bekel merupakan salah satu warisan budaya yang mengandung berbagai aktivitas yang dapat dikaji dari perspektif etnomatematika. Namun, konsep-konsep matematika yang terdapat dalam permainan tersebut masih belum banyak didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terkandung dalam permainan bola bekel serta mengkaji potensinya sebagai media pembelajaran berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yang dilakukan di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Subjek penelitian terdiri atas dua orang tokoh masyarakat yang memahami dan pernah memainkan permainan bola bekel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bola bekel mengandung konsep operasi hitung penjumlahan, penguraian bilangan (number partition), pola dan urutan bilangan, pengelompokan objek, serta konsep geometri pada bangun ruang bola. Selain itu, permainan ini juga melibatkan kemampuan memperkirakan waktu dan koordinasi spasial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa permainan bola bekel berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika.
Copyrights © 2026