Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan, termasuk perilaku terkait kesehatan reproduksi. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja memperoleh informasi yang tidak tepat, kurang mampu mengenali risiko perilaku seksual, serta mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada remaja usia 15–19 tahun di lingkungan sekolah/komunitas dengan melibatkan 30 peserta. Kegiatan menggunakan metode edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, permainan edukatif, dan pendampingan. Materi meliputi konsep kesehatan reproduksi remaja, perubahan pubertas, kebersihan dan perawatan organ reproduksi, batasan diri, hubungan yang sehat, pengambilan keputusan, risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, pencegahan kehamilan tidak direncanakan, serta pemanfaatan layanan kesehatan ramah remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 86,3 setelah edukasi. Peningkatan terutama terlihat pada pemahaman mengenai faktor risiko perilaku seksual, kemampuan mengenali situasi berisiko, batasan diri, pencegahan infeksi menular seksual, dan akses terhadap sumber informasi serta pelayanan kesehatan yang tepat. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis kasus dan menentukan pilihan perilaku yang lebih aman dan bertanggung jawab. Penguatan literasi kesehatan reproduksi melalui edukasi interaktif, diskusi, studi kasus, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan pengambilan keputusan kesehatan pada remaja. Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial remaja.
Copyrights © 2026