Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Pendidikan Kesehatan Berbasis Virtual Reality terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas dalam Perawatan Luka Perineum Astin Nur Hanifah; Yarnita Yarnita; Fitri Andriani; Surtikanti Surtikanti; Adisty Dwi Treasa
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1000

Abstract

Background: Perineal wounds are a common health problem experienced by postpartum mothers after childbirth. Postpartum mothers' knowledge of perineal wound care significantly impacts the healing process, infection prevention, and postpartum comfort. Innovation in health education using Virtual Reality (VR) media is believed to enhance the learning experience, making it more interactive and accessible. Objective: To determine the effectiveness of VR-based health education in improving postpartum mothers' knowledge of perineal wound care. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 60 postpartum mothers divided into an intervention group (VR-based health education) and a control group (conventional health education). The research instrument was a validated perineal wound care knowledge questionnaire. Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests. Results: The results showed a significant increase in postpartum mothers' knowledge after receiving VR-based health education (p < 0.001). The average increase in knowledge scores in the intervention group was higher than in the control group. Conclusion: Virtual reality-based health education effectively improves postpartum mothers' knowledge of perineal wound care. VR media can be an innovative alternative in providing postpartum health education.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Kehamilan Dini Siti Badria Asikin; Yarnita Yarnita; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1103

Abstract

Early pregnancy among adolescents remains a reproductive health issue that impacts physical, psychological, and social health. One preventative measure is through adolescent reproductive health education. This study aims to determine the effect of reproductive health education on increasing adolescent knowledge as a preventative measure for early pregnancy. The study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 50 adolescents at Senior High School X, selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a reproductive health knowledge questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and simple statistical tests. The results showed an increase in adolescent knowledge after receiving reproductive health education. The conclusion of this study is that reproductive health education is effective as a preventative measure for early pregnancy in adolescents.
Peran Bidan Dalam Memberdayakan Nenek Sebagai Caregiver Cucu Melalui Edukasi Gizi Dan Kesehatan Anak Yarnita Yarnita; Andi Nursiah; Endang Ernandini; Kasmiati Kasmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.881

Abstract

The modern family structure has shifted, leading many children to be cared for by their grandmothers due to parental work demands. This situation requires grandmothers to have sufficient understanding of child nutrition and health care. This community service program aimed to empower grandmothers as caregivers through education on balanced nutrition and early childhood health. The methods included interactive lectures, group discussions, menu-planning demonstrations, and leaflet distribution. The program took place in Village X, under the supervision of Community Health Center Y, involving 35 elderly female participants who actively cared for their grandchildren. The results indicated a 70% increase in participants’ knowledge based on pre- and post-test results and improved skills in planning healthy family menus. This activity had a positive impact on enhancing grandmothers’ caregiving abilities and supported family-based health promotion efforts.
Program Edukasi Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil Sebagai Strategi Pencegahan Keguguran (Miskram) Andi Ernawati Manuntungi; Andi Hartati; Yarnita Yarnita; Irma Aswani; Sahalia Sahalia
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1011

Abstract

Miscarriage is one of the reproductive health problems that still frequently occurs in Indonesia, especially among pregnant women with poor nutritional status. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of pregnant women about the importance of balanced nutrition as a means of preventing miscarriage. The program was carried out by lecturers and students through an educational approach in Village X, in July–August 2025. The implementation methods included nutrition counseling, demonstrations on preparing balanced meals, and individual mentoring. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of nutritional needs during pregnancy, as indicated by a 45% increase in knowledge scores compared to before the intervention. In addition, participants showed positive changes in their consumption of nutritious foods. This activity is expected to serve as an implementable model in supporting maternal and child health programs at the village level.
Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi Untuk Membentuk Perilaku Seksual Berisiko Rendah Di Kalangan Remaja Yarnita Yarnita; Rezqiqah Aulia Rahmat; Natalia Debi; Cakrawati R Cakrawati R
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1482

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan, termasuk perilaku terkait kesehatan reproduksi. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja memperoleh informasi yang tidak tepat, kurang mampu mengenali risiko perilaku seksual, serta mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada remaja usia 15–19 tahun di lingkungan sekolah/komunitas dengan melibatkan 30 peserta. Kegiatan menggunakan metode edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, permainan edukatif, dan pendampingan. Materi meliputi konsep kesehatan reproduksi remaja, perubahan pubertas, kebersihan dan perawatan organ reproduksi, batasan diri, hubungan yang sehat, pengambilan keputusan, risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, pencegahan kehamilan tidak direncanakan, serta pemanfaatan layanan kesehatan ramah remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 86,3 setelah edukasi. Peningkatan terutama terlihat pada pemahaman mengenai faktor risiko perilaku seksual, kemampuan mengenali situasi berisiko, batasan diri, pencegahan infeksi menular seksual, dan akses terhadap sumber informasi serta pelayanan kesehatan yang tepat. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis kasus dan menentukan pilihan perilaku yang lebih aman dan bertanggung jawab. Penguatan literasi kesehatan reproduksi melalui edukasi interaktif, diskusi, studi kasus, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan pengambilan keputusan kesehatan pada remaja. Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial remaja.