Abdimas Langkanae
Vol. 6 No. 2 (2026)

PKM Transfer Teknologi Tepat Guna Mesin Penarik dan Perontok Rumput Laut Otomatis Berbasis Forward-Reverse untuk Peningkatan Pascapanen

Abdul Rais (Universitas Cokroaminoto Palopo)
Baso Ali (Universitas Cokroaminoto Palopo)
Safwan Kasma (Universitas Cokroaminoto Palopo)
Erwin Sukma (Universitas Cokroaminoto Palopo)



Article Info

Publish Date
08 Aug 2026

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan provinsi utama di Indonesia Timur dalam produksi rumput laut, dengan total produksi triwulan I 2021 mencapai 935,8 ton, terdiri dari Cottonii (615,5 ton), Gracilaria (246 ton), dan Spinosium (74,2 ton). Kabupaten Takalar, Luwu, Wajo, Pangkep, Bone, dan Luwu Timur menjadi penghasil utama, Desa Bassiang Timur yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki potensi signifikan dalam budidaya rumput laut, terutama jenis Eucheuma cottonii, sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Luwu tahun 2023, produksi rumput laut di Kabupaten Luwu mencapai 12.500 ton, dengan Desa Bassiang Timur menjadi salah satu sentra utama penyumbang produksi tersebut didukung oleh garis pantai yang optimal dan partisipasi aktif nelayan lokal. Harga jualnya pun cukup menarik, yaitu sekitar Rp6.000 per kg untuk rumput laut basah dan Rp35.000 per kg untuk yang kering. Meskipun prospek ekonomi menjanjikan, mitra menghadapi kendala signifikan, terutama dalam inovasi teknologi. Proses pengangkutan dari lahan ke perahu dan ke lokasi pemisahan masih dilakukan secara manual dengan bantuan bambu, yang memerlukan tenaga ekstra, berisiko cedera, dan mengurangi efisiensi kerja. Selain itu, pemisahan rumput laut dari tali juga masih mengandalkan tenaga manusia, sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, solusi yang ditawarkan dalam proposal berupa penerapan inovasi alat mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis berbasis sistem forward-reverse dinilai sangat relevan dan tepat sasaran. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dengan cara mempercepat proses pemisahan rumput laut langsung dari perahu, tanpa harus dibawa ke darat atau ke rumah petani. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi alat ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta kegiatan diversifikasi produk olahan rumput laut yaitu dodol rumput laut dan keripik rumput laut. Petani merasakan kemudahan dalam proses kerja, pengurangan tenaga fisik yang dibutuhkan, serta efisiensi waktu yang cukup signifikan. Selain itu, kualitas rumput laut yang dihasilkan juga cenderung lebih baik karena proses pemisahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan minim kerusakan. Temuan ini sejalan dengan tujuan dalam proposal yang menekankan pada peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mengusulkan penerapan teknologi inovatif dan pendampingan intensif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

abdimas

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Arts Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Abdimas Langkanae adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, ...