Sorgum (Sorghum bicolor L.) dan porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan bahan pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung serat pangan dan senyawa bioaktif serta memiliki kadar gluten yang rendah. Pemanfaatan kedua bahan tersebut dalam bentuk sereal dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan pangan yang mendukung pola konsumsi sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi karakteristik kimia serta organoleptik sereal berbasis tepung sorgum dan tepung porang sebagai pangan fungsional. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam formulasi berdasarkan perbandingan tepung sorgum dan tepung porang, yaitu F1 (100:0), F2 (95:5), F3 (90:10), F4 (85:15), F5 (80:20), dan F6 (75:25). Sereal dibuat melalui proses pencampuran, pengeringan menggunakan oven, dan granulasi. Analisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, aktivitas antioksidan, dan uji organoleptik menggunakan metode hedonik. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tepung sorgum dan tepung porang berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, dan aktivitas antioksidan. Kadar air berkisar 0,59– 2,24%, kadar abu 1,36–1,93%, kadar serat kasar 3,47–11,55%, dan nilai aktivitas antioksidan berdasarkan IC₅₀ sebesar 8.201,33–9.717,33 ppm. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan SNI 01-4270-1996 untuk kadar air dan kadar abu. Formulasi F5 dengan perbandingan 80% tepung sorgum dan 20% tepung porang merupakan formulasi yang paling disukai dengan nilai rata-rata keseluruhan 3,95.
Copyrights © 2026