Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas inklusif sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas dan siswa kelas II SDN Sumbersari 2 Kota Malang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL telah diterapkan melalui kegiatan membuat poster sederhana sebagai bentuk pembelajaran berbasis proyek. Penerapan model ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, serta pengalaman belajar kontekstual. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya konsentrasi siswa, keberagaman karakteristik peserta didik, keterbatasan waktu, pengelolaan kelas inklusif, kurang optimalnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi, serta pemanfaatan media pembelajaran yang belum maksimal. Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengelola kelas dalam menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa. Oleh karena itu, implementasi PjBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas inklusif memerlukan strategi pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan berbasis diferensiasi agar seluruh siswa dapat terlibat aktif dan memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Copyrights © 2026