Peningkatan tekanan darah di usia remaja dapat menjadi kasus hipertensi di usia dewasa yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Pola makan, aktivitas fisik dan status gizi menentukan risiko peningkatan tekanan darah di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor terkait peningkatan tekanan darah pada remaja di Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Daarul Hikmah Pamulang, Tangerang Selatan. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 136 responden usia 13-14 tahun yang diambil secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji beda rata-rata independent t test untuk uji bivariat dan General Linear Model untuk uji multivariat, dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi prehipertensi dan hipertensi pada remaja di lokasi penelitian sebesar 19,1%. Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik dengan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, kebiasaan sarapan dan status gizi. Namun pada hasil analisis multivariat dibuktikan bahwa, tekanan darah sistolik lebih tinggi 8,69 mmHg (p value=0,018) dan tekanan darah diastolik lebih tinggi 8,27 mmHg (p value=0,009) pada yang gizi lebih. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dini dengan menjaga status gizi baik melalui upaya membiasakan gaya hidup sehat pada remaja.
Copyrights © 2024