Pubertas merupakan fase kritis yang ditandai perubahan fisik, hormon, dan emosional. Remaja di panti asuhan sering memiliki keterbatasan akses informasi sehingga berisiko mengalami miskonsepsi mengenai perkembangan tubuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pubertas pada remaja Panti Asuhan Saiwa Dharma melalui edukasi mengenai hormon reproduksi dan perubahan fisik. Sebanyak 45 remaja mengikuti kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemutaran media audio-visual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan peserta. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi pubertas. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56,4 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 84,7 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar +28,3 poin. Sebanyak 91% remaja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi hormon (estrogen, progesteron, dan testosteron), dan 88% mampu mengidentifikasi perubahan fisik utama pada masa pubertas. Diskusi juga memperlihatkan penurunan miskonsepsi, terutama terkait menstruasi, mimpi basah, dan perubahan emosional. Observasi menunjukkan 95% peserta aktif dalam kegiatan, menandakan metode edukasi interaktif sangat efektif. Kegiatan ini terbukti berhasil meningkatkan literasi pubertas dan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis maupun psikologis. Edukasi hormon berbasis pendekatan interaktif direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di panti asuhan dan lembaga pendidikan sejenis.
Copyrights © 2025