Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
ITEKES Bali

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN DAN KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.4088

Abstract

Latar Belakang: Pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kurang dari 50% Ibu hamil yang membawa Buku KIA saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, hanya 10,5% buku KIA yang terisi lengkap. Kepemilikan buku KIA pada ibu hamil menurun dari 80.8% menjadi sebesar 75.2%. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisa factor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan dan kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan pada bulan September – Oktober 2022. Sampel penelitian yaitu ibu hamil yang berada di Puskesmas II Banjarangkan dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji face validity. Analisa bivariate dengan uji nonparametric spearman rho. Hasil: Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan buku KIA adalah peran keluarga (p-value 0,001). Faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA adalah peran tenaga kesehatan (p-value 0,000), sedangkan umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, peran keluarga dan peran kader tidak mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA. Diskusi: penelitian ini menunjukkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil belum optimal dan kelengkapan pengisian buku KIA hampir terisi lengkap. Pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA baik, peran keluarga dan peran kader belum optimal, sedangkan tenaga kesehatan berperan optimal dalam pemanfaatan dan pengisian buku KIA. Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil adalah peran keluarga sedangkan factor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA adalah peran tenaga kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT WANITA USIA SUBUR MENGGUNAKAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS BERU KABUPATEN SIKKA NUSA TENGGARA TIMUR Wigati Dwi Istiari; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8m84x666

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan kesejahteraan ekonomi menurun merupakan masalah jika angka kelahiran masih tinggi dari angka kematian. Pemerintah menerapkan program keluarga berencana yang diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut. IUD merupakan kontrasepsi terbaik bagi wanita. Alat ini sangat efektif, tidak perlu diingat setiap hari seperti pil. Bagi ibu yang menyusui, IUD juga tidak akan mempengaruhi ASI. Beberapa faktor yang berhubungan dengan minat Wanita Usia Subur (WUS) menggunakan IUD diantaranya: pengetahuan, umur dan pendidikan ibu. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan IUD di Puskesmas Beru Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 91 WUS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik analisa untuk variabel pengetahuan dan umur menggunakan uji spearman, variabel pendidikan menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 54 WUS (59,3%), umur 20-35 tahun sebanyak 70 WUS (76,9%), tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 67 WUS (73,6%). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0,000<0,05 maka  ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rho dengan nilai p=0,835>0,05 maka tidak ada hubungan antara umur dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Hasil uji statistik menggunakan Chi-square dengan nilai p= 0,000 < 0,05 maka ada hubungan tingkat pendidikan dengan minat ibu menggunakan kontarsepsi IUD. Simpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan minat ibu menggunakan IUD dan tidak ada hubungan umur dengan minat ibu menggunakan IUD.
PENINGKATAN LITERASI PUBERTAS PADA REMAJA PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI HORMON DAN PERUBAHAN FISIK Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.72

Abstract

Pubertas merupakan fase kritis yang ditandai perubahan fisik, hormon, dan emosional. Remaja di panti asuhan sering memiliki keterbatasan akses informasi sehingga berisiko mengalami miskonsepsi mengenai perkembangan tubuhnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pubertas pada remaja Panti Asuhan Saiwa Dharma melalui edukasi mengenai hormon reproduksi dan perubahan fisik. Sebanyak 45 remaja mengikuti kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pemutaran media audio-visual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi partisipatif untuk menilai keterlibatan peserta. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi pubertas. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56,4 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 84,7 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar +28,3 poin. Sebanyak 91% remaja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi hormon (estrogen, progesteron, dan testosteron), dan 88% mampu mengidentifikasi perubahan fisik utama pada masa pubertas. Diskusi juga memperlihatkan penurunan miskonsepsi, terutama terkait menstruasi, mimpi basah, dan perubahan emosional. Observasi menunjukkan 95% peserta aktif dalam kegiatan, menandakan metode edukasi interaktif sangat efektif. Kegiatan ini terbukti berhasil meningkatkan literasi pubertas dan kesiapan remaja dalam menghadapi perubahan biologis maupun psikologis. Edukasi hormon berbasis pendekatan interaktif direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di panti asuhan dan lembaga pendidikan sejenis.
PENGUATAN KAPASITAS SOSIAL DAN LITERASI GIZI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SPIRULINA SEBAGAI PANGAN SEHAT Ketut Eka Larasati Wardana; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Raningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.81

Abstract

Permasalahan gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup dan risiko penyakit degeneratif. Desa Les memiliki potensi spirulina yang dikelola oleh KUB Sari Alga, namun pemanfaatannya sebagai pangan sehat belum optimal akibat keterbatasan kapasitas sosial dan literasi gizi masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menguatkan kapasitas sosial dan meningkatkan literasi gizi masyarakat Desa Les dalam pemanfaatan spirulina sebagai pangan sehat, tanpa berorientasi pada luaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif, meliputi pemetaan sosial, edukasi gizi berbasis komunitas, penguatan peran kelembagaan KUB dan kader kesehatan, pendampingan perubahan perilaku, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif masyarakat terhadap gizi seimbang dan pemanfaatan spirulina, disertai penguatan peran sosial KUB Sari Alga sebagai agen edukasi gizi di tingkat desa. Perubahan praktik konsumsi mulai terlihat pada sebagian keluarga sebagai indikator awal kesiapan sosial. Program ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas sosial dan literasi gizi efektif sebagai fondasi intervensi kesehatan berbasis pangan lokal, serta menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan program lanjutan yang berorientasi pada diversifikasi produk spirulina untuk pencegahan gizi buruk dan penyakit degeneratif.