Diversifikasi olahan hasil pertanian merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk pangan konvensional. Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis unggulan di Indonesia dengan produksi melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh produk pangan seperti jus, manisan, dan selai. Kondisi ini menyebabkan potensi non-pangan mangga, khususnya kandungan senyawa aromatik alaminya, belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diversifikasi olahan mangga melalui pembuatan lilin aromaterapi menjadi alternatif inovatif yang bernilai ekonomis dan fungsional. Mangga mengandung berbagai senyawa volatil, terutama pada daging dan kulit buah, seperti terpenoid, ester, dan aldehida, yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Senyawa-senyawa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber aroma alami dalam produk aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang memanfaatkan aroma alami untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan psikologis, serta membantu mengurangi stres. Salah satu bentuk sediaan aromaterapi yang popular adalah lilin aromaterapi karena penggunaannya praktis, stabil, dan memiliki nilai estetika. Kegiatan PKM ini diberikan dalam bentuk diskusi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi di Bajar Dinas Kelodan.
Copyrights © 2026