Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Karakteristik pasien HIV/AIDS koinfeksi tuberkulosis paru di Rumah Sakit XYZ Buleleng Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.792 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v6i2.667

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms that arise due to a decrease in the body's immune system caused by the Human Immunodeficiency Virus (HIV). This study aims to determine the characteristics of HIV/ AIDS in doing therapy based on differences in antiretroviral regimens at XYZ Buleleng Hospital. The method used was descriptive observational using a cross sectional approach. Based on the results of a study on the characteristics of HIV/ AIDS sufferers with Pulmonary Tuberculosis co-infection at XYZ Buleleng Hospital for the January–June 2020 period, a sample of 18 people (total sampling) was obtained, the results in this study were that most of the HIV / AIDS patients with Pulmonary TB co-infection were treated at XYZ Bueleleng Hospital,it occurs with the age group of 26-35 years and men are many more than women. Most sufferers work more than they don't work and have less nutritional status based on BMI. The majority of supporting examination results with hemoglobin levels 10 g/ dl, cd4 count 100 cells/ mm3, negative BTA staining results, and have extensive lesions in thoracic photo radiology.
Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.53

Abstract

Penggunaan obat kumur daun sirih secara teratur dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah infeksi gigi dengan kandungan antimikroba pada daun sirih dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi gigi dan mengurangi risiko terkena karies gigi, mengurangi bau mulut, sifat antiseptik daun sirih dapat membantu mengurangi produksi bakteri penyebab bau mulut, mengatasi radang gusi, sehingga perlunya diberikan ketrampilan dalam pembuatan obat kumur dari daun sirih dengan cara sederhana melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan penyampaian materi, demontrasi membuat minuman herbal jahe instan, pengemasan produk, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan adalah tentang Jahe, manfaat dari rimpang jahe sebagai tanaman obat, proses pengolahan jahe menjadi minuman herbal instan dan pengembangan kewirausahaan. Disamping itu, peserta diberi ketrampilan dalam mengemas produk dan menentukan kualitas produk dengan cara sederhanan.
Penyuluhan dan Pelatihan Minuman Instan Dari Bahan Dasar Jahe (Zingiber Officinale Rosc) Iyan Hardiana; Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Silvia Anggreni; Retno Lisnawati; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines; Nyoman Ari Ratnadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.54

Abstract

Tanaman herbal banyak digunakan oleh penduduk sebagai obat kesuburan untuk memelihara kemampuan reproduksi dan fertilitas. Penurunan fertilitas dapat disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi fertilitas antara lain bahanbahan berbahaya. Secara langsung bahan berbahaya ini dapat mengganggu fungsi organ reproduksi, oleh karena itu tumbuhan obat tradisional seperti purwoceng, pasak bumi, cabe jawa dapat digunakan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng untuk memberikan wawasan. Diharapkan masyarakat nantinya dapat menggunakan pengetahuan untuk pemberdayaan tanaman herbal Berdasarkan situasi tersebut Prodi Sarjana Farmasi Stikes Buleleng bermaksud memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan membekali wawasan pemberdayaan tanaman herbal untuk fertilitas.
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Eric Kurnia Abdillah; Putu Cicilia Septipani; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.55

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga hal tersebut dijadikan masalah nasional. Menanganai masalah penyalahgunaan narkotika diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Ada lima bentuk cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif. Di Wilayah Pondok Pesantren Syamsul Huda Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil observasi masih minim pengetahuan tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang sehingga sangat membutuhkan sosialisasi tentang penyalahgunaan narkotika bagi masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan mitra dan kelian adat banjar pumahan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang “Penyalahgunaan Obat NAPZA untuk antiinflamasi di masyarakat” dengan harapan masyarakat dapat memahami bahaya narkotika dan pengaruhnya secara psikologis, sehingga dapat mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN WIRAUSAHA BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.65

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakatmelalui pelatihan wirausaha berbasis herbal. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai bahan baku produk kesehatan dan kecantikan alami, seperti minuman herbal, sabun, dan minyak pijat. Sasarankegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga dan remaja di desa binaan yang memiliki potensi sumber daya alam herbal namun belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan produk, dan pendampingan dalam aspek pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilanpeserta dalam mengolah produk herbal serta munculnya kelompok usaha kecil berbasis herbal. Kegiatan ini diharapkandapat menjadi langkah awal pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) LIDAH BUAYA DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Putu Cicillia Septipani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.66

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya lidahbuaya (Aloe vera), sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah, murah, dan aman. Metode pelaksanaanmencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah lidah buaya, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan praktik, serta adanyainisiatif untuk mengembangkan produk olahan lidah buaya dalam bentuk serbuk jamu. Program ini tidak hanyameningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis herbal lokal yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong kemandirian masyarakat dalammenjaga kesehatan serta menjadi basis ekonomi keluarga yang baru.
SOSIALISASI SWAMEDIKASI DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.67

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga medis. Di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, akses terhadap fasilitas kesehatan masih terbatas, sementara pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga, terutama ibu rumah tangga dan pemuda desa, terkait penggunaan obat modern secara rasional serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam swamedikasi. Metode pelaksanaan dilakukan secara door to door dengan penyuluhan dan pembagian leaflet edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga yang tinggi, peningkatan pemahaman terkait swamedikasi yang benar, serta munculnya minat terhadap pengembangan jamu herbal rumahan sebagai alternatif terapi dan peluang ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas swamedikasi mandiri yang mampu meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KUNYIT DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ahmad Sahlan Baniu; Iyan Hardiana; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.69

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya kunyit, sebagai alternatif pengobatan mandiri dan potensi ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah tanaman obat, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, yang ditandai dengan keaktifan dalam sesi diskusi dan munculnya inisiatif untuk memproduksi jamu kunyit dalam bentuk serbuk. Program ini berhasil memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA secara rasional dan berkelanjutan, serta membuka peluang kewirausahaan berbasis potensi lokal. Keberlanjutan program diharapkan terwujud melalui terbentuknya kelompok penghasil jamu instan yang mampu memasarkan produknya secara luas.
DIVERSIFIKASI OLAHAN MANGGA MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI Rizka Aisyah; Iyan Hardiana; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Ni Komang Virginia Pradini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.91

Abstract

Diversifikasi olahan hasil pertanian merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk pangan konvensional. Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis unggulan di Indonesia dengan produksi melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh produk pangan seperti jus, manisan, dan selai. Kondisi ini menyebabkan potensi non-pangan mangga, khususnya kandungan senyawa aromatik alaminya, belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diversifikasi olahan mangga melalui pembuatan lilin aromaterapi menjadi alternatif inovatif yang bernilai ekonomis dan fungsional. Mangga mengandung berbagai senyawa volatil, terutama pada daging dan kulit buah, seperti terpenoid, ester, dan aldehida, yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Senyawa-senyawa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber aroma alami dalam produk aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang memanfaatkan aroma alami untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan psikologis, serta membantu mengurangi stres. Salah satu bentuk sediaan aromaterapi yang popular adalah lilin aromaterapi karena penggunaannya praktis, stabil, dan memiliki nilai estetika. Kegiatan PKM ini diberikan dalam bentuk diskusi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi di Bajar Dinas Kelodan.