Pengelolaan obat yang benar di masyarakat masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat berisiko menimbulkan kesalahan dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Masih banyak rumah tangga yang menyimpan obat keras dan antibiotik untuk keperluan swamedikasi, serta sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat, termasuk penggunaan yang tidak rasional dan potensi dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif kepada masyarakat mengenai cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, penggunaan obat secara rasional, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat yang aman dan ramah lingkungan.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 42 orang. kegiatan dilengkapi dengan pengumpulan dan pemusnahan sampah obat rumah tangga sebagai bentuk implementasi pengelolaan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola obat secara tepat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan
Copyrights © 2026