Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Assessing Direct Medical Costs and Quality of Life In Elderly Patients Using High-Alert Medications at Wongsonegoro Hospital Supadmi, Woro; Endang Darmawan; Rizky Budi Santoso; Sri Sulistyorini
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 21 No. 2: September 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v21i2.30368

Abstract

High Alert Medications (HAM) are drugs that pose a significant risk of causing harm to patients if used incorrectly. This study aimed to evaluate the direct medical costs and quality of life of elderly patients aged 60 years and above using HAM at Wongsonegoro Hospital. An observational prospective cohort study design was employed, utilizing both secondary and primary data collection methods. Secondary data included patient demographics, medication usage, and direct medical costs obtained from hospital records and the finance department. Primary data on quality of life were gathered using the European Quality of Life 5 Dimensions (EQ-5D-5L) questionnaire. A total of 25 elderly patients were identified as users of HAM, with a gender distribution of 48% male and 52% female; 64% of these patients were aged between 60 and 70 years. The most prevalent medical condition among participants was diabetes mellitus, affecting 44% of one group and 32% of another. Sodium Chloride (NaCl) 500 mL infusion at a concentration of 3% was the most frequently administered medication (27.5%). The average direct medical cost for elderly patients using HAM was IDR 4,255,050. Additionally, the quality of life assessment revealed that 20% of patients experienced significant challenges in self-care activities. These findings highlight the impact of HAM on healthcare costs and quality of life among elderly patients, emphasizing the need for careful monitoring and management strategies to mitigate risks associated with high-alert medications.
Pemanfaatan berbagai macam tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional Santoso, Rizky Budi; Akrom, Akrom
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i2.21753

Abstract

Obat tradisional adalah ramuan yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan yang berkhasiat. Pemanfaatan dan pengobatan obat tradisional ini terus menerus dipakai turun temurun dalam menyelesaikan segala permasalahan kesehatan manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada siswa SMKS Indonesia Yogyakarta dalam meningkatkan pengetahuan siswa terhadap manfaat dari obat tradisional. Kegiatan promosi kesehatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil kegiatan ini diperoleh siswa laki-laki memperoleh nilai rata-rata pre-test 78,4 dan post-test 97,6. Sedangkan perolehan nilai rata-rata pre-test siswa perempuan yakni sebesar 81,3 dan post-test sebesar 98,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosialisai berupa penyampaian materi presentasi dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi mengenai obat tradisional di SMKS Indonesia Yogyakarta. Diharapkan hasil dari kegiatan promosi kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap manfaat penggunaan obat tradisonal sebagai pengobatan berbagai macam penyakit.
Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Miroto Kota Semarang Gloria, Fransisca; Adrianto, Madyo; Alfiyaturrakhma, Untsa; Santoso, Rizky Budi; Maharani, Putri; Aldila, Silvy; Nurainy, Farah Destyana; Hardiyati, Siti Farah; Arini, Yovita Dwi; Dahliyanti, Novita Dwi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1078

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Hasil observasi dengan wawancara masyarakat di wilayah Kelurahan Miroto Semarang, diperoleh keterangan bahwa masyarakat belum memahami pentingnya untuk mengetahui batas kedaluwarsa obat (Expired Date/ED), periode setelah kemasan obat dibuka (Period After Opening/PAO), serta batas penggunaan obat yang sudah diracik (Beyond Use Date/BUD). Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keamanan penggunaan obat di rumah tangga sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Tujuan dari DAGUSIBU adalah untuk meningkatkan pemikiran dan kesadaran masyarakat tentang cara yang tepat untuk menggunakan obat dan pengumpulan sampah obat di rumah tangga. DAGUSIBU adalah sebuah program yang dipelopori oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat. Program ini dilakukan di kelurahan Miroto Semarang pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan/edukasi tentang DAGUSIBU yang baik dan benar serta pengumpulan sampah obat di rumah tangga dan diskusi tanya jawab pada akhir kegiatan. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat meningkat pemahamannya terkait dengan DAGUSIBU dan dapat mengumpulkan sampah obat berdasarkan nama obat, bentuk sediaan, dan jumlahnya