Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan pengendalian vektor yang melibatkan masyarakat, termasuk pemantauan tempat perkembangbiakan Aedes aegypti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai deteksi dini jentik sebagai bagian dari pencegahan DBD. Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan melibatkan 30 santri. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi identifikasi jentik, praktik pemeriksaan tempat penampungan air, diskusi, dan evaluasi pretest-posttest. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 85,71 menjadi 91,43, dengan selisih 5,72 poin atau peningkatan sebesar 6,67%. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p=0,0069). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan santri mengenai identifikasi jentik dan pencegahan DBD. Namun, kegiatan belum mengukur keterampilan pemeriksaan jentik secara terstruktur, perubahan perilaku, maupun indikator kepadatan jentik. Keberlanjutan program disarankan melalui pembentukan kader pemantau jentik dan pelaksanaan pemeriksaan lingkungan secara berkala di pondok pesantren.
Copyrights © 2026