Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan adat mangalehen parompa, mengkaji nilai-nilai sosial dan filosofis yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan upaya pelestariannya di Desa Sibangkua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat mangalehen parompa merupakan pemenuhan hutang adat kedua dari pihak mora kepada anak perempuannya yang diwariskan secara turun-temurun. Adat ini menjadi syarat penting dalam kehidupan adat masyarakat dan mengandung nilai-nilai sosial berupa penguatan kekerabatan, solidaritas, dan silaturahmi. Nilai filosofisnya tercermin dalam doa dan harapan yang disimbolkan melalui motif parompa serta unsur indahan mangupa. Pelestarian adat dilakukan melalui pewarisan nilai budaya dan keterlibatan generasi muda dalam setiap pelaksanaan adat. Dengan demikian, adat mangalehen parompa menjadi kearifan lokal yang memperkuat identitas budaya dan hubungan kekerabatan masyarakat Angkola di Desa Sibangkua. This study aims to analyze the implementation of the mangalehen parompa tradition, examine its social and philosophical values, and describe the efforts made to preserve it in Sibangkua Village. This research employed a qualitative method with a field research approach. Data were collected through interviews, documentation, and literature review, and were analyzed using descriptive qualitative techniques involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that mangalehen parompa is a customary obligation fulfilled by the mora (the wife's family) toward their daughter and has been passed down from generation to generation. The tradition serves as an important requirement in the customary life of the community and embodies social values such as kinship, solidarity, and social cohesion. Its philosophical values are reflected in the prayers and hopes symbolized through the parompa motifs and the elements of indahan mangupa. The preservation of this tradition is carried out through the transmission of cultural values and the active involvement of the younger generation in every customary ceremony. Therefore, mangalehen parompa represents a form of local wisdom that strengthens the cultural identity and kinship of the Angkola community in Sibangkua Village.
Copyrights © 2026