Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang pengolahan selai tomat di SMA Kristen Pontak,Minahasa Selatan, dilaksanakan sebagai solusi atas melimpahnya panen tomat yang sering tidak terserap pasarsehingga menurunkan nilai ekonomi petani. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan pengetahuanmengenai diversifikasi produk pangan, standar higienitas, dan strategi pemasaran sederhana. Tujuan kegiatan iniadalah meningkatkan keterampilan siswa, guru, dan pelaku UMKM dalam mengolah tomat menjadi produk selaiyang higienis, tahan lama, dan bernilai jual, sekaligus memperkuat kolaborasi sekolah dan masyarakat dalampemberdayaan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitupersiapan, sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan diseminasi.Evaluasi dilakukan dengan pre test dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilanpeserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai pre test sebesar 57 meningkatmenjadi 82 pada post test (kenaikan 44%). Aspek strategi pemasaran sederhana mengalami peningkatan tertinggidari 50 menjadi 78 (kenaikan 56%), diikuti aspek higienitas pangan dari 55 ke 80, serta teknik pengolahan dari58 ke 83. Kegiatan ini menghasilkan produk uji coba selai tomat dengan kemasan sederhana namun layak jual,serta membangun jejaring kerja sama antara sekolah dan UMKM. Program ini berdampak positif pada pendidikanberbasis praktik dan penguatan kapasitas UMKM, serta berpotensi menjadi model kewirausahaan lokal yang dapatdireplikasi di daerah lain.
Copyrights © 2026