Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika work–family conflict (WFC) dan dampaknya terhadap motivasi kerja pada pegawai laki-laki yang bekerja di lapangan, khususnya di unit PDKB PLN Kota Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan lima partisipan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik berdasarkan Work–Family Border Theory. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama: (1) ketegangan antara tanggung jawab keluarga dan tuntutan kerja darurat, (2) strategi coping melalui dukungan sosial, (3) dampak konflik terhadap motivasi dan kinerja, serta (4) peran organisasi dalam menyediakan dukungan struktural. Konflik kerja–keluarga muncul akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi dan batas waktu yang tidak fleksibel, namun dapat diredam melalui dukungan keluarga, rekan kerja, dan kebijakan organisasi yang ramah keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan kerja–keluarga dalam menjaga motivasi dan kesejahteraan pegawai lapangan.
Copyrights © 2026