Serangan hama ulat greyak (Spodoptera frugiperda) merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman jagung karena dapat menurunkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pengendalian hama yang masih didominasi oleh penggunaan pestisida sintetis berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan pestisida berbahan daun sirih (Piper betle L.) dilakukan sebagai upaya memperkenalkan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan kepada petani di Desa Tugala Lauru, Kecamatan Lahewa Timur, Kabupaten Nias Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai pembuatan dan penggunaan pestisida nabati serta mengkaji penerapannya secara langsung pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan penyuluhan, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani memberikan respon positif terhadap penyuluhan bahan dan mampu memahami proses pembuatan serta aplikasi pestisida nabati daun sirih. Hasil observasi lapangan juga menunjukkan bahwa penerapan pestisida nabati daun sirih berpotensi menekan serangan hama ulat greyak yang ditandai dengan berkurangnya kerusakan daun dan aktivitas larva pada tanaman jagung. Selain mudah diperoleh dan dibuat, pestisida nabati daun sirih dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan sehingga berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pengendalian hama dan penerapan budidaya jagung yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026