Pemahaman konsep fisika yang kuat sangat penting bagi siswa, namun materi Gerak Lurus sering memicu miskonsepsi yang sulit dideteksi. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis secara komprehensif tingkat pemahaman konsep siswa SMA Negeri 5 Palu pada materi Gerak Lurus menggunakan Five-Tier Multiple Choice Test. Penelitian melibatkan 27 siswa kelas XI Merdeka 9 sebagai subjek tes dan 11 siswa sebagai responden wawancara. Data dikumpulkan melalui 18 butir soal tes five-tier dan pedoman wawancara semi-terstruktur. Temuan utama menunjukkan pemahaman konsep siswa berada pada kategori sangat rendah dan didominasi miskonsepsi. Secara rinci, hanya 1 siswa paham konsep, 9 kurang pengetahuan (lemah pada indikator mengklasifikasikan dan menggeneralisasikan), 1 tidak paham konsep (lemah pada inferensi), dan 16 siswa mengalami miskonsepsi pada indikator interpretasi, mencontohkan, membandingkan, serta menjelaskan. Wawancara mengonfirmasi miskonsepsi dipicu intuisi keliru dan kebiasaan menghafal rumus. Dalam implikasinya, Five-Tier Multiple Choice Test terbukti efektif mendiagnosis letak dan akar miskonsepsi hingga tingkat keyakinan serta penalaran siswa. Informasi diagnostik ini dapat digunakan guru secara konkret untuk merancang modul ajar berbasis strategi perbaikan konseptual (conceptual change) guna mereduksi miskonsepsi Gerak Lurus.
Copyrights © 2026