Bullying merupakan masalah yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, serta prestasi akademik siswa. Hasil asesmen kebutuhan di SMP Kristen Kotamobagu menunjukkan bahwa pengetahuan siswa mengenai bullying dan upaya pencegahannya masih terbatas, sehingga diperlukan edukasi anti-bullying. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan siswa mengenai konsep bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak, dan strategi pencegahannya. Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan pada 45 siswa kelas VIII melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan role play. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 pertanyaan, serta observasi partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata capaian pengetahuan meningkat dari 44,4% pada pre-test menjadi 92,2% pada post-test. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, yaitu konsep bullying (46,7% menjadi 93,3%), bentuk bullying (40,0% menjadi 91,1%), dampak bullying (53,3% menjadi 95,6%), dan strategi pencegahan (37,8% menjadi 88,9%). Peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan role play serta mampu mengidentifikasi bentuk bullying dan menjelaskan strategi pencegahannya. Edukasi anti-bullying efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying.
Copyrights © 2026