Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggunting pola geometris bertingkat terhadap perkembangan motorik halus anak kelompok B di TK Pradnya Paramita, khususnya dalam mengatasi kendala koordinasi jari tangan dan mata yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Post-test Only Control Group Design melalui pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang dibagi menjadi dua kelompok secara berimbang, yaitu kelas B1 sebagai kelompok eksperimen (15 anak) dan kelas B2 sebagai kelompok kontrol (15 anak). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat serta uji Independent Sample t-test berbantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 35,93 (kategori Berkembang Sangat Baik) lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang sebesar 27,13 (kategori Berkembang Sesuai Harapan). Berdasarkan uji-t, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar < 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi motorik halus yang dirancang secara bertahap dan terstruktur melalui metode eksperimen efektif meningkatkan keterampilan fisik-motorik anak. Selain memicu kelenturan otot tangan, aktivitas interaktif ini juga berkontribusi positif terhadap penguatan aspek kognitif anak dalam mengenali bentuk geometri serta membangun kemandirian, konsentrasi, dan rasa percaya diri sejak usia dini.
Copyrights © 2026