Ni Putu Widyasanti
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Stimulasi Sensori Motorik Menggunakan Media Tepung Terhadap Tingkat Konsentrasi Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina Kecamatan Seririt Kadek Pipin Karang Adnyani; Ni Putu Widyasanti; I Komang Sesara Ariyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i4.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas stimulasi sensori-motorik menggunakan media tepung terhadap tingkat konsentrasi anak usia dini di TK Negeri Pembina Kecamatan Seririt pada tahun ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan anak dalam mempertahankan fokus saat kegiatan belajar-mengajar yang masih didominasi oleh metode konvensional satu arah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik sampel jenuh yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelompok B1 sebagai kelas eksperimen (15 anak) dan kelompok B2 sebagai kelas kontrol (15 anak). Kelas eksperimen diberikan perlakuan stimulasi sensori motorik dengan media tepung sebanyak enam kali pertemuan, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kinerja menggunakan rubrik, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis dengan uji Independent Sample t-test berbantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05) dengan nilai t hitung mencapai 10,049, sehingga H0​ ditolak dan Ha​ diterima. Nilai rata-rata (mean) posttest kelas eksperimen sebesar 17,40 (kategori Berkembang Sangat Baik) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya memperoleh rata-rata 12,80 (kategori Mulai Berkembang). Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa stimulasi sensori-motorik berbasis media konkret, seperti tepung, terbukti secara ilmiah mampu memperpanjang rentang fokus anak dan meningkatkan kemandirian belajar secara bertahap. Oleh karena itu, pendekatan bermain berbasis sensori-motorik ini dapat dijadikan alternatif strategi pengajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi guru PAUD untuk mengoptimalkan konsentrasi serta hasil belajar anak usia dini.
Pengaruh Kegiatan Menggunting Pola Geometris Bertingkat Terhadap Motorik Halus Anak Kelompok B Di Tk Pradnya Paramita Made Laksmi Damayanti; Ni Putu Widyasanti; Ni Luh Ika Windayani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menggunting pola geometris bertingkat terhadap perkembangan motorik halus anak kelompok B di TK Pradnya Paramita, khususnya dalam mengatasi kendala koordinasi jari tangan dan mata yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Post-test Only Control Group Design melalui pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang dibagi menjadi dua kelompok secara berimbang, yaitu kelas B1 sebagai kelompok eksperimen (15 anak) dan kelas B2 sebagai kelompok kontrol (15 anak). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat serta uji Independent Sample t-test berbantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen sebesar 35,93 (kategori Berkembang Sangat Baik) lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang sebesar 27,13 (kategori Berkembang Sesuai Harapan). Berdasarkan uji-t, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar < 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0​) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha​) diterima. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi motorik halus yang dirancang secara bertahap dan terstruktur melalui metode eksperimen efektif meningkatkan keterampilan fisik-motorik anak. Selain memicu kelenturan otot tangan, aktivitas interaktif ini juga berkontribusi positif terhadap penguatan aspek kognitif anak dalam mengenali bentuk geometri serta membangun kemandirian, konsentrasi, dan rasa percaya diri sejak usia dini.
Pengaruh Media Storytelling Youtube Riri Cerita Anak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Luh Mulya Eni; I Putu Yoga Purandina; Ni Putu Widyasanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media storytelling YouTube riri cerita anak terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimen (Quasi Eksperimental Design) dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 54 anak serta sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan cara menggunakan lotre, yang terdiri dari 18 anak kelompok B1 sebagai kelompok eksperimen dan 18 anak kelompok B2 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi serta analisis datanya menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan motorik halus antara anak yang dibelajarkan menggunakan media storytelling YouTube riri cerita anak dengan anak yang tidak dibelajarkan menggunakan media storytelling YouTube riri cerita anak. Hal tersebut dibuktikan melalui pengujian hipotesis dengan uji-t independent sample t-test yang menunjukkan hasil bahwa nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 yang berarti bahwa nilai signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 dimana 0,000 < 0,05. Sesuai dengan ketentuan uji-t maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media storytelling YouTube riri cerita anak terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di TK Silayukti Sambirenteng.
Peran Kegiatan Estafet Menyusun Ring Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia Dini Ni Kadek Novi Kristina Dewi; Ni Putu Widyasanti; I Komang Sesara Ariyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1004

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu distimulasi secara optimal sejak usia dini karena berperan sebagai dasar dalam proses berpikir, memecahkan masalah, dan memahami berbagai konsep yang akan digunakan anak pada tahap perkembangan berikutnya. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan kognitif adalah permainan edukatif berbasis aktivitas fisik, seperti kegiatan estafet menyusun ring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan estafet menyusun ring dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Kartini Putra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak kelompok B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan estafet menyusun ring berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kemampuan mengelompokkan dan mengurutkan benda berdasarkan ukuran maupun warna, meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kemampuan memecahkan masalah sederhana, serta kemampuan mengikuti aturan permainan. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan didukung oleh perencanaan pembelajaran yang sistematis, media yang sesuai, serta keterlibatan aktif guru dalam memberikan bimbingan kepada anak. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan anak, keterbatasan konsentrasi, dan jumlah media pembelajaran yang terbatas. Kendala tersebut diatasi melalui pemberian pendampingan individual, pengulangan instruksi, pengelompokan anak secara heterogen, serta variasi kegiatan pembelajaran. Kegiatan estafet menyusun ring dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini.
Analisis Kegiatan Membuat Kecambah Terhadap Keterampilan Proses Sains Pada Anak Usia Dini Komang Ayu Ariani; Ni Putu Widyasanti; Kadek Ari Wisudayanti
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan membuat kecambah dalam mengembangkan keterampilan proses sains anak usia dini di TK Kartini Putra serta mendeskripsikan aspek-aspek keterampilan proses sains yang berkembang melalui kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Kartini Putra yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat kecambah mampu memberikan pengalaman belajar sains yang konkret, aktif, dan bermakna bagi anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut anak terlibat langsung dalam proses mengamati perubahan biji menjadi kecambah, mengenali ciri-ciri pertumbuhan tanaman, membandingkan perubahan yang terjadi, mengelompokkan hasil pengamatan, melakukan pengukuran sederhana, serta mengomunikasikan hasil temuannya. Kegiatan membuat kecambah juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, sikap teliti, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir ilmiah sederhana pada anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains berbasis eksperimen sederhana sesuai dengan karakteristik anak usia dini karena memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Kegiatan membuat kecambah dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi keterampilan proses sains anak usia dini secara kontekstual dan menyenangkan.