Penggunaan rutin pembersih rumah tangga sintetis dapat menimbulkan persoalan kesehatan dan lingkungan apabila produk dipilih, dicampur, atau dibuang tanpa pengetahuan yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan praktik pembersihan yang lebih aman dan ramah lingkungan serta melatih peserta didik membuat pembersih alami dari bahan dapur yang mudah diperoleh. Kegiatan dilaksanakan di MTs Negeri 7 Kuntu, Kampar Kiri, Riau, pada 8 September 2023 melalui edukasi interaktif, demonstrasi, praktik terbimbing, aplikasi langsung pada permukaan bernoda, dan refleksi. Bahan yang digunakan meliputi cuka, soda kue, garam, sitrun, sabun cuci piring, dan kulit jeruk. Peserta didik mampu mengikuti tahapan pembuatan, menjelaskan fungsi dasar asam-basa bahan, menghasilkan campuran pembersih, serta mengaplikasikannya pada keramik kamar mandi dan peralatan memasak. Keaktifan bertanya dan keberhasilan menyelesaikan praktik menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman mendukung kesadaran lingkungan dan keterampilan praktis. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa bahan lokal sederhana dapat menjadi pintu masuk edukasi pembersih hijau di sekolah. Kegiatan lanjutan disarankan menggunakan instrumen prates-pascates, formula terstandar, label keselamatan, dan observasi tindak lanjut.
Copyrights © 2026