Kitab kuning tetap menjadi sumber intelektual penting dalam pendidikan linguistik Arab, tetapi integrasinya di perguruan tinggi sering terkendala oleh kesiapan mahasiswa yang beragam dan penggunaan di kelas yang belum konsisten. Penelitian ini menganalisis penggunaan kitab kuning dalam pembelajaran linguistik di Program Studi Sastra Arab Universitas Muslim Indonesia, kontribusinya terhadap kompetensi linguistik dan tradisi keilmuan mahasiswa, serta perbaikan pedagogis yang diperlukan untuk pembelajaran berbasis turats yang sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi kelas, wawancara, dokumentasi, dan data kuesioner deskriptif dari 17 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan nahwu didominasi kategori cukup (58,8%), sedangkan kemampuan sharaf tersebar pada kategori cukup (41,2%), baik (35,3%), dan kurang (23,5%). Penggunaan kitab kuning oleh dosen dilaporkan hanya kadang-kadang oleh 35,3% mahasiswa, sedangkan 29,4% menyatakan tidak pernah. Meskipun demikian, 41,2% mahasiswa menilai kitab kuning membantu pemahaman dan 35,3% menilai cukup membantu. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis turats dapat memperkuat analisis gramatikal, morfologi, pembacaan teks tanpa harakat, dan argumentasi akademik apabila disusun sesuai tingkat kompetensi mahasiswa. Penelitian merekomendasikan penguatan dasar nahwu-sharaf, jenjang teks yang bertahap, latihan terbimbing intensif, serta integrasi pedagogi klasik dengan dukungan pembelajaran interaktif dan digital.
Copyrights © 2026