Ketergantungan masyarakat Kota Bandung dalam penggunaan kendaraan pribadi menjadi faktor utama dalam peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas jalan. Terutama pada pusat kegiatan seperti kawasan perguruan tinggi yang tidak menggunakan sistem zonasi sehingga pengguna jalan cenderung berasal dari wilayah yang beragam. Disisi lain, fasilitas transportasi umum Kota Bandung masih belum memadai untuk merubah pola penggunaan kendaraan pribadi masyarakat. Tentunya perlu melakukan analisis lebih lanjut terkait ketersediaan transportasi umum dari Kota Bandung sebagai langkah awal dalam penanggulangan masalah tersebut. Dalam penelitian ini analisis dilakukan menggunakan pendekatan sistem informasi geografis yang menganalisis data statistik melalui visualisasi peta. Melalui pemetaan choropleth dan teknik isokron, ketersediaan transportasi umum di berbagai wilayah Kota Bandung berdasarkan waktu tempuh mahasiswa dapat teridentifikasi. Pola aksesibilitas mahasiswa pun perlu dianalisis menggunakan K-Means Clustering sebagai variabel tambahan dalam penentuan wilayah prioritas penguatan angkutan umum. Hasil pada penelitian ini menunjukkan dominasi penggunaan kendaraan pribadi sebesar 74,5%, yang mengindikasikan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Waktu tempuh mahasiswa menuju kawasan kampus didominasi oleh durasi 15 - 45 menit pada pagi hari, namun cenderung mengalami peningkatan pada sore hari. Sedangkan waktu tempuh terlama konsisten dialami oleh mahasiswa yang berasal dari kecamatan gedebage yaitu > 6o menit.
Copyrights © 2026