Penelitian ini mengkaji riwayat Israiliyyat dalam kisah Nabi Ilyas pada Tafsir al-Qur’an al-‘Aẓīm karya Ibn Katsir dengan fokus pada sumber transmisi dan respons epistemik mufasir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Data dianalisis melalui identifikasi narasi, penelusuran sumber dan atribusi riwayat, serta analisis terhadap cara Ibn Katsir menyampaikan dan merespons setiap riwayat. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima narasi Israiliyyat yang berkaitan dengan identifikasi Ilyas dengan Idris, silsilah Ilyas, identitas Ba‘l, pengangkatan Ilyas dengan kendaraan dari api, dan penahanan hujan selama tiga tahun. Riwayat-riwayat tersebut dinisbahkan kepada Qatadah, Muhammad ibn Ishaq, Ibn Mas‘ud, al-Dhahhak, Wahb ibn Munabbih, dan Ahl al-Kitab. Empat riwayat ditransmisikan tanpa afirmasi atau validasi eksplisit terhadap substansinya, sedangkan riwayat pengangkatan Ilyas memperoleh tawaqquf eksplisit melalui ungkapan wallāhu a‘lamu bi ṣiḥḥatihi yang menunjukkan penangguhan penilaian terhadap validitasnya. Dengan demikian, respons Ibn Katsir terhadap Israiliyyat dalam kisah Nabi Ilyas tidak bersifat biner antara penerimaan dan penolakan, tetapi menunjukkan diferensiasi epistemik melalui atribusi, transmisi, dan penanda ketidakpastian. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan suatu riwayat dalam tafsir tidak secara otomatis menunjukkan penerimaan mufasir terhadap kebenaran substansinya.
Copyrights © 2026