Bencana banjir yang berulang di Kecamatan Angkola Barat tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga meninggalkan beban psikologis berupa kecemasan, stres pasca-trauma, dan ketidakpastian emosional dalam unit keluarga. Hingga saat ini, kapasitas keluarga dalam mengenali dan menangani gejala gangguan kesehatan jiwa ringan pasca-bencana masih rendah karena adanya kecenderungan untuk memprioritaskan pemulihan fisik dan ekonomi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memitigasi dampak trauma psikososial melalui pendekatan "Family Healing". Program ini sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan layanan kesehatan mental berbasis komunitas, serta SDGs Target 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan. Kegiatan ini menggandeng Ketua TP-PKK Kecamatan sebagai mitra strategis untuk memberdayakan kader-kader perempuan. Metode yang digunakan meliputi edukasi respons psikologis normal terhadap bencana, pelatihan teknik manajemen stres dan psychological first aid (PFA) sederhana untuk keluarga, serta simulasi pendampingan keperawatan jiwa komunitas berbasis keluarga. Melalui program ini, diharapkan terbentuk kemandirian keluarga dalam melakukan pemulihan psikologis secara internal. Luaran yang ditargetkan mencakup artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, video edukasi teknik healing di YouTube, publikasi media massa, serta modul panduan praktis untuk kader PKK sebagai instrumen mitigasi dampak psikososial yang berkelanjutan di masa depan.
Copyrights © 2026