PT Astaka Dodol yang sempat menghentikan kegiatan penambangan akibat penurunan harga batubara dan belum selesainya pembebasan lahan. Fluktuasi harga batubara memengaruhi kelayakan ekonomi penambangan, terutama dalam penentuan pit limit dan stripping ratio (SR) yang ekonomis. Penelitian ini bertujuan menentukan pit limit optimum berdasarkan variasi SR dari nilai Break Even Stripping Ratio (BESR) dengan mempertimbangkan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Analisis ekonomi dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan variasi SR 4,5; 5,5; 6,5; dan 7,5. Penelitian ini berhasil menentukan pit limit optimum berdasarkan variasi Stripping Ratio (SR) dari nilai Break Even Stripping Ratio (BESR). Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi SR tersebut berpengaruh signifikan terhadap volume overburden, cadangan batubara, biaya produksi, dan aliran kas proyek. Kondisi paling optimum dicapai oleh design pit dengan SR 5,5 yang menghasilkan NPV sebesar USD 21.155.938 dan IRR 95%. Melalui analisis sensitivitas, batas pit limit ini terbukti dinamis terhadap fluktuasi pasar; kenaikan harga batubara sebesar 5% meningkatkan SR optimum menjadi 6,5 (NPV USD 26.282.455), dan kenaikan harga 25% menggeser SR optimum ke angka 7,5 dengan NPV mencapai USD 48.952.422. Kata kunci: Pit Limit, Stripping Ratio, Discounted Cash Flow, Net Present Value, Harga Batubara
Copyrights © 2026