Perhitungan tonase batubara merupakan parameter penting dalam evaluasi pencapaian produksi dan pengendalian kegiatan penambangan. Penelitian bertujuan membandingkan hasil perhitungan tonase batubara menggunakan metode mine survey dan truck count serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perbedaan tonase pada kegiatan penambangan di Pit Kumala, PT. Khotai Makmur Insan Abadi. Penelitian menggunakan dengan data primer koordinat roof dan floor batubara hasil pengukuran Total Station serta data ritase dan timbangan sebagai data sekunder. Perhitungan tonase metode mine survey menggunakan cut and fill, metode truck count menggunakan data ritase dan timbangan. Identifikasi penyebab perbedaan tonase menggunakan analisis fishbone. Pada progres pertama, tonase mine survey untuk Seam 22 dan Seam 19 masing-masing sebesar 47.185,14 ton dan 5.768,56 ton, sedangkan truck count sebesar 45.846,64 ton dan 5.708,75 ton. Pada progres kedua, tonase mine survey sebesar 54.661,23 ton dan 4.653,49 ton, sedangkan truck count sebesar 53.313,09 ton dan 4.650,68 ton. Berdasarkan analisis fishbone, perbedaan tonase dipengaruhi oleh faktor manusia, lingkungan, metode pengukuran, dan karakteristik material. Selisih tonase yang diperoleh masih berada dalam batas toleransi operasional perusahaan, sehingga kedua metode dapat digunakan sebagai dasar evaluasi produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi akurasi perhitungan. Kata kunci: cut and fill, fishbone, mine survey, tonase batubara, truck count
Copyrights © 2026