Menurut WHO (2019) angka kejadian kecemasan pada remaja mencapai 20% dari seluruh populasi penduduk di dunia. Diperkirakan 3,6% anak usia 10–14 tahun dan 4,6% anak usia 15–19 tahun mengalami gangguan kecemasan (WHO, 2021). Gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia mencapai 47,7% dari seluruh populasi penduduk di Indonesia (Kemenkes, 2021). Kecemasan yang tidak teratasi dapat menyebabkan masalah psikologis maupun fisiologis. Namun, kecemasan tersebut dapat diatasi dengan terapi non-farmakologi, salah satunya dengan expressive writing therapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh expressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design, peneliti menggunakan model nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP IT Al - Mishbah Riau yaitu sebanyak 40 siswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara Purposive Sampling, didapatkan 36 responden yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). Hasil penelitian dengan menggunakan uji Paired T Test, diperoleh hasil terdapat pengaruh expressive writing therapy terhadap tingkat kecemasan remaja setelah dan sebelum pemberian intervensi dengan nilai p value = 0,000 (p value ˂ 0,05). Hasil uji Independent T Test diperoleh pengaruh terhadap tingkat kecemasan remaja pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian expressive writing therapy dengan nilai p value = 0,000 (p value ˂ 0,05). Diharapkan kepada siswa untuk dapat menerapkan expressive writing therapy untuk membantu menangani tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian sekolah.
Copyrights © 2026