Keberagaman agama dan budaya di Indonesia membutuhkan media sosial yang mampu mempertahankan kohesi dan keharmonisan antarkelompok. Tari Dero sebagai tradisi rakyat yang hidup di Sulawesi Tengah memiliki potensi kuat sebagai simbol kebersamaan lintas identitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tari Dero dalam memperkuat kohesi sosial antarumat beragama di tengah transformasi budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data diperoleh dari dokumentasi digital yang tersedia secara publik di YouTube, Facebook, dan TikTok selama 2020ā2025. Analisis data menggunakan analisis isi tematik dan analisis semiotika visual untuk mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif dalam representasi Tari Dero. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Dero direpresentasikan sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan inklusivitas. Tari Dero hadir dalam festival budaya, pernikahan, dan perayaan keagamaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai usia, latar belakang, dan agama. Maknanya mengalami pergeseran dari fungsi ritual sakral menuju fungsi sosial dan hiburan tanpa menghilangkan nilai kohesifnya. Tari Dero berfungsi sebagai media kohesi sosial horizontal dan praktik moderasi beragama dalam masyarakat multikultural Indonesia.
Copyrights © 2026