Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Struktur Klausa Bahasa Arab dan Bahasa Andio; Analisis Kontrastif, Pelestarian Bahasa Talibo, Wiranto; M. Zen, Ahmad Sayudi; Olii, Kiki Syahnaki
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 2 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.2.591-608.2023

Abstract

Bahasa berperan penting dalam merepresentasikan identitas, budaya, dan pola pikir suatu komunitas. Bahasa Andio, sebagai bahasa lokal Suku Andio di Sulawesi Tengah, kini menghadapi ancaman kepunahan akibat modernisasi dan dominasi bahasa mayoritas. Sebaliknya, Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa dengan tradisi linguistik yang mapan dan struktur sintaksis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur klausa dalam Bahasa Arab dan Bahasa Andio guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sintaksis keduanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis kontrastif. Data diperoleh melalui dokumentasi dan studi literatur yang berkaitan dengan struktur klausa kedua bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki struktur klausa dasar berupa subjek dan predikat serta mengenal klausa nominal dan verbal. Bahasa Arab memiliki fleksibilitas tinggi dalam susunan klausa, morfologi kompleks, dan penggunaan konjungsi yang beragam. Sebaliknya, Bahasa Andio menunjukkan struktur klausa yang lebih sederhana, langsung, dan kontekstual. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas mencerminkan karakteristik khas masing-masing bahasa. Temuan ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelestarian bahasa-bahasa minoritas sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan dan keberagaman linguistik dunia.   
Analysis of the Arabic Orthography of Pegon Nusantara in Sumatra: Text, Characteristics, and Meaning Sarif, Suharia; Talibo, Wiranto; Ibnu Rawandhy N. Hula
Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 2 (2025): Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/as.v4i2.3042

Abstract

This study examines the orthography of Arabic Pegon in Sumatra as a form of linguistic and cultural adaptation that reflects the process of Islamization in the Malay world. The research aims to describe the distinctive orthographic features of Pegon in Sumatra and to reveal its cultural and religious implications in shaping the identity of Islamic literacy in Indonesia. Using a descriptive-qualitative method with a library research approach, this study analyzes several Pegon manuscripts such as Hikayat Prang Sabi from Aceh, Sullam al-Mubtadi from Minangkabau, and Jawi manuscripts from Palembang. The results show that Arabic Pegon in Sumatra demonstrates unique orthographic innovations through the addition of letters such as ڤ (pa), چ (ca), ݢ (ga), and ڠ (nga), which represent local phonemes not found in classical Arabic. Pegon not only serves as a linguistic medium but also functions as a symbol of Islamic identity, religious education, and cultural expression. Therefore, Arabic Pegon in Sumatra represents the indigenization of Islam in the archipelago and serves as an intellectual heritage that bridges Arabic literacy with local language and culture.
Representasi Tarian Dero sebagai Simbol Kohesi Sosial dan Moderasi Beragama di Ruang Digital Talibo, Wiranto; Miolo, Mukhtar I; Damhuri, Damhuri; Hula, Ibnu Rawandhy N.
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3843

Abstract

Keberagaman agama dan budaya di Indonesia membutuhkan media sosial yang mampu mempertahankan kohesi dan keharmonisan antarkelompok. Tari Dero sebagai tradisi rakyat yang hidup di Sulawesi Tengah memiliki potensi kuat sebagai simbol kebersamaan lintas identitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Tari Dero dalam memperkuat kohesi sosial antarumat beragama di tengah transformasi budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data diperoleh dari dokumentasi digital yang tersedia secara publik di YouTube, Facebook, dan TikTok selama 2020–2025. Analisis data menggunakan analisis isi tematik dan analisis semiotika visual untuk mengidentifikasi makna denotatif dan konotatif dalam representasi Tari Dero. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Dero direpresentasikan sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan inklusivitas. Tari Dero hadir dalam festival budaya, pernikahan, dan perayaan keagamaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai usia, latar belakang, dan agama. Maknanya mengalami pergeseran dari fungsi ritual sakral menuju fungsi sosial dan hiburan tanpa menghilangkan nilai kohesifnya. Tari Dero berfungsi sebagai media kohesi sosial horizontal dan praktik moderasi beragama dalam masyarakat multikultural Indonesia.