Talibo, Wiranto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Struktur Klausa Bahasa Arab dan Bahasa Andio: Analisis Kontrastif, Pelestarian Bahasa Samad, Musdelifa Abu; Kasan, Yuslin; Miolo, Mukhtar I; Talibo, Wiranto; Potale, Anggie
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 1 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.1.123-139.2025

Abstract

Bahasa Andio, bahasa asli Suku Andio di Sulawesi Tengah, menghadapi ancaman kepunahan akibat modernisasi dan dominasi bahasa mayoritas. Sebaliknya, Bahasa Arab memiliki tradisi linguistik yang mapan dengan struktur klausa yang kompleks. Studi ini bertujuan membandingkan struktur klausa kedua bahasa untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis kontrastif, data diperoleh melalui dokumentasi dan kajian literatur. Analisis fokus pada pola klausa nominal, verbal, transitif, intransitif, refleksif, dan resiprokal. Hasil menunjukkan kedua bahasa memiliki pola dasar subjek (S) dan predikat (P), serta mengenal klausa nominal dan verbal. Bahasa Arab memiliki morfologi kompleks dan fleksibilitas posisi subjek dan predikat, sedangkan Andio lebih sederhana. Perbedaan utama terletak pada kompleksitas morfologi dan fleksibilitas sintaksis. Oleh karena itu, studi ini menyoroti pentingnya dokumentasi dan pelestarian bahasa minoritas untuk menjaga keberagaman linguistik dan warisan budaya
Struktur Klausa Bahasa Arab dan Bahasa Andio; Analisis Kontrastif, Pelestarian Bahasa Talibo, Wiranto; M. Zen, Ahmad Sayudi; Olii, Kiki Syahnaki
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 2 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.2.591-608.2023

Abstract

Bahasa berperan penting dalam merepresentasikan identitas, budaya, dan pola pikir suatu komunitas. Bahasa Andio, sebagai bahasa lokal Suku Andio di Sulawesi Tengah, kini menghadapi ancaman kepunahan akibat modernisasi dan dominasi bahasa mayoritas. Sebaliknya, Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa dengan tradisi linguistik yang mapan dan struktur sintaksis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur klausa dalam Bahasa Arab dan Bahasa Andio guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sintaksis keduanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis kontrastif. Data diperoleh melalui dokumentasi dan studi literatur yang berkaitan dengan struktur klausa kedua bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki struktur klausa dasar berupa subjek dan predikat serta mengenal klausa nominal dan verbal. Bahasa Arab memiliki fleksibilitas tinggi dalam susunan klausa, morfologi kompleks, dan penggunaan konjungsi yang beragam. Sebaliknya, Bahasa Andio menunjukkan struktur klausa yang lebih sederhana, langsung, dan kontekstual. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kompleksitas dan fleksibilitas mencerminkan karakteristik khas masing-masing bahasa. Temuan ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelestarian bahasa-bahasa minoritas sebagai bagian dari upaya menjaga kekayaan dan keberagaman linguistik dunia.   
The Effect of Communicative Language Teaching Method (CLT) on Improving the Understanding and Use of Isim Isyarah for Grade VII Students of MTs Negeri 1 Gorontalo City Talibo, Wiranto; I. Miolo, Mukhtar; Damhuri, Damhuri
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.562-573.2025

Abstract

This study investigates the effect of implementing the Communicative Language Teaching (CLT) method on students’ understanding of ism isyarah (demonstrative nouns) among seventh-grade learners at MTs Negeri 1 Kota Gorontalo. Employing a quasi-experimental pretest–posttest control group design, the research involved two classes of 30 students each: class VII-9 as the experimental group taught using CLT and class VII-12 as the control group taught through a conventional method. Data were collected through a validated and reliable comprehension test (α = 0.87). Results of the t-test showed a significant difference between the experimental group (M = 74.13) and the control group (M = 68.43) with p < 0.001. The effect size (Cohen’s d = 1.47) indicated a strong impact of CLT on students’ comprehension. These findings confirm that CLT enhances Arabic grammar learning through communicative and interactive activities. Broader adoption of CLT in Arabic instruction is recommended.
Analysis of the Arabic Orthography of Pegon Nusantara in Sumatra: Text, Characteristics, and Meaning Sarif, Suharia; Talibo, Wiranto; Ibnu Rawandhy N. Hula
Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 4 No. 2 (2025): Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/as.v4i2.3042

Abstract

This study examines the orthography of Arabic Pegon in Sumatra as a form of linguistic and cultural adaptation that reflects the process of Islamization in the Malay world. The research aims to describe the distinctive orthographic features of Pegon in Sumatra and to reveal its cultural and religious implications in shaping the identity of Islamic literacy in Indonesia. Using a descriptive-qualitative method with a library research approach, this study analyzes several Pegon manuscripts such as Hikayat Prang Sabi from Aceh, Sullam al-Mubtadi from Minangkabau, and Jawi manuscripts from Palembang. The results show that Arabic Pegon in Sumatra demonstrates unique orthographic innovations through the addition of letters such as ڤ (pa), چ (ca), ݢ (ga), and ڠ (nga), which represent local phonemes not found in classical Arabic. Pegon not only serves as a linguistic medium but also functions as a symbol of Islamic identity, religious education, and cultural expression. Therefore, Arabic Pegon in Sumatra represents the indigenization of Islam in the archipelago and serves as an intellectual heritage that bridges Arabic literacy with local language and culture.