Kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, regulasi, dan teknologi, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi organisasi dalam menghubungkan kebijakan, aparatur, unit kerja, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengidentifikasi bentuk komunikasi internal dan eksternal, serta mengkaji faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap literatur akademik, laporan resmi, regulasi, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi internal melalui pola vertikal, horizontal, dan diagonal memperkuat koordinasi, konsistensi prosedur, serta dimensi reliability dan responsiveness. Komunikasi eksternal yang terbuka, partisipatif, dan responsif memperkuat transparansi, assurance, empathy, serta kepercayaan masyarakat. Efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh kepemimpinan, budaya organisasi, kompetensi aparatur, teknologi, koordinasi, dan standar komunikasi pelayanan. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi merupakan mekanisme integratif yang menghubungkan kapasitas internal birokrasi dengan pengalaman pelayanan masyarakat.
Copyrights © 2026