Desa Tugurejo di Semarang memiliki potensi rumput laut yang melimpah dan belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal, maka diperlukan langkah strategis dalam pengembangan pemanfaatannya. Ketersediaan tambak di wilayah ini mencapai sekitar 535 hektar, dengan mayoritas digunakan untuk budidaya ikan dan udang. Selain itu, terdapat tambak yang dimanfaatkan oleh petani untuk budidaya rumput laut dengan hasil produksi rata-rata 2-3 ton per hektar dalam satu masa panen. Masalah pada Sea Farm yaitu penurunan kualitas dan stabilitas hasil produksi rumput laut terutama saat musim hujan dengan kandungan kadar air pada rumput laut hingga 30-40%, petani rumput laut terkendala dalam pengelolaan usaha seperti manajemen usaha, produksi, dan pemasaran. Solusi yang dapat di aplikasikan yaitu advanced technology in seaweed drying berbasis IoT, serta penerapan pengelolaan usaha dengan melakukan manajemen usaha, produksi, dan pemasaran. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kuantitas hasil rumput laut dan penggunaan teknologi alat pengering otomatis sehingga meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat Kelurahan Tugurejo pada umumnya. Metode yang akan dilakukan meliputi koordinasi tim dengan mitra PKM, konstruksi alat advanced technology in seaweed drying berbasis IoT, Praktik penggunaan alat drying, Sosialisasi dan pendampingan penggunaan alat kepada mitra, kemudian yang terakhir yaitu evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program di lapangan.
Copyrights © 2026