Indonesia memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan etnis yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Intoleransi, prasangka, diskriminasi, dan konflik antarumat beragama menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan multikultural. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma pendidikan multikultural dalam mereduksi prasangka dan konflik antarumat beragama serta mengidentifikasi strategi implementasinya dalam pendidikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, karya tokoh pendidikan multikultural, dan dokumen kebijakan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi secara deskriptif kualitatif. Subjek: Sumber kajian berupa berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan pendidikan multikultural, toleransi, prasangka, dan konflik antarumat beragama. Hasil pendidikan multikultural berperan strategis dalam mengurangi prasangka melalui pembelajaran kolaboratif, dialog antariman, budaya sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru, keterlibatan keluarga, dan literasi digital. Kesimpulannya adalah pendidikan multikultural merupakan strategi preventif yang efektif untuk membangun toleransi, empati, dan kerukunan serta mencegah konflik antarumat beragama.
Copyrights © 2026