Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi guru dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, sebagai respons terhadap tantangan kelas gabungan (kelompok A dan B). Kebijakan ini diambil sekolah akibat keterbatasan murid dan guru, namun tetap berupaya memberikan stimulasi holistik pada enam aspek perkembangan anak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali temuan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi adaptasi antara guru lama yang cenderung intuitif-klasikal dengan bimbingan individual, dan guru baru yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis literasi digital. Kedua guru menunjukkan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi beban kerja ganda, baik melalui penenangan emosi pragmatis maupun struktural, serta memanfaatkan dukungan sosial yang berbeda (keluarga dan rekan sejawat). Meskipun menghadapi kelelahan, para guru mempertahankan kompetensi profesional dan kepribadian yang matang, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan diri. Strategi adaptasi ini terbukti mampu mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak, menjaga keseimbangan antara bermain dan kesiapan sekolah, serta memaksimalkan potensi anak dalam enam aspek perkembangannya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas, adaptasi, dan ketahanan psikologis guru dalam menghadapi keterbatasan fasilitas serta kompleksitas pembelajaran di PAUD. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga PAUD lain yang menghadapi tantangan serupa.
Copyrights © 2026