Perkembangan bahasa merupakan aspek penting pada anak usia dini, sedangkan anak yang mengalami speech delay memerlukan stimulasi yang optimal dari lingkungan keluarga, termasuk melalui komunikasi ayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi ayah dan bentuk stimulasi yang diberikan dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay di TK Aisyiyah Bustanul Athfal-3 Selat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua ayah sebagai informan utama, didukung dua ibu dan dua guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi ayah tercermin melalui keterlibatan langsung (engagement), ketersediaan (accessibility), dan tanggung jawab (responsibility) dalam mendampingi anak. Stimulasi dilakukan secara verbal melalui percakapan, pengulangan kata, pemberian instruksi, dan membacakan cerita, serta secara nonverbal melalui permainan, media belajar, ekspresi wajah, dan gestur. Keberhasilan stimulasi didukung oleh kualitas komunikasi yang responsif, dukungan keluarga, dan kolaborasi dengan sekolah, sedangkan keterbatasan waktu, penggunaan gawai, dan perbedaan bahasa menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi ayah yang konsisten dan responsif berkontribusi dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay.
Copyrights © 2026