Peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan pengelolaan lingkungan perkotaan, termasuk di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, seiring keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti dan masih rendahnya kebiasaan memilah sampah dari sumber. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik pemilahan sampah rumah tangga warga Kelurahan Cijawura sesuai anjuran pemerintah melalui program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Metode pelaksanaan mengikuti kerangka design thinking meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test, melalui sosialisasi dan edukasi door to door oleh mahasiswa dan dosen pendamping lintas program studi kepada rumah tangga, kader RW/RT, PKK, dan Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan RW 13 yang menjadi lokasi percontohan telah mendekati kondisi zero waste, enam RW telah memiliki fasilitas Rumah Maggot untuk mengolah sampah organik, dan media edukasi flash card berhasil digunakan dalam sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah. Replikasi praktik baik ke RW lain masih memerlukan pendampingan berkelanjutan karena keterbatasan lahan dan variasi partisipasi warga antarwilayah. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan edukasi berkelanjutan, replikasi praktik RW percontohan, dan penerapan umpan balik serta apresiasi warga agar kebiasaan memilah sampah dapat bertahan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026