Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AI-BASED BUSINESS PROCESS MONITORING PADA RITEL DIGITAL : EFEKTIVITAS CONTINUOUS INTERNAL AUDITING DAN PENERIMAAN TEKNOLOGI AUDITOR Agnes Alzena Syafitri
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 14 No 1 (2026): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v14i1.193

Abstract

The rapid digitalization of the retail industry has increased transaction complexity and internal control risks, creating the need for more responsive, adaptive, and continuous monitoring and auditing mechanisms. This study aims to explore the influence of AI-Based Business Process Monitoring on the effectiveness of continuous internal auditing in digital retail companies. The research adopts a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from relevant scholarly sources and analyzed through descriptive qualitative analysis with narrative synthesis to identify patterns, benefits, challenges, and the relationship between the implementation of AI-Based Business Process Monitoring and the improvement of internal audit effectiveness. The findings indicate that the implementation of AI-Based Business Process Monitoring in digital retail companies enhances the effectiveness of Continuous Internal Auditing. This improvement is driven by the capability of AI technologies to monitor transactional and operational data in real time, detect anomalies and potential fraud, improve the accuracy of risk assessment, expand the scope of audit testing, and support continuous compliance monitoring. In addition, the system accelerates audit processes and provides reliable digital evidence that supports more proactive and strategic decision-making. However, the effectiveness of AI-Based Business Process Monitoring implementation is also influenced by auditors’ acceptance of the technology. Factors such as perceived usefulness and perceived ease of use play a crucial role in ensuring that the technology can be optimally integrated into internal audit practices. Furthermore, this study provides conceptual insights into how the integration of Artificial Intelligence in business process monitoring can support more responsive internal auditing practices within the dynamic operational environment of digital retail companies. The findings are expected to serve as a reference for organizations seeking to optimize the use of AI technologies in strengthening internal oversight and enhancing continuous internal auditing in the era of digital transformation.
Transformasi Proses Audit Berbasis Real-Time Inventory Intelligence: Studi Kasus pada Perusahaan Ritel Modern di Kota Bandung Yuki Hidayat Kusdinar; Agnes Alzena Syafitri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.16776

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya volume transaksi pada perusahaan ritel modern di Bandung menuntut transformasi audit internal dari metode manual menjadi sistem real-time yang terotomatisasi guna meningkatkan akurasi data dan efektivitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Real-Time Inventory Intelligence dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi audit, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Real-Time Inventory Intelligence mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi audit melalui pembaruan stok otomatis, jejak audit elektronik, serta pengurangan pencatatan manual. Sistem ini membantu manajemen dalam memantau inventaris, mendeteksi anomali, dan mengambil keputusan secara cepat. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti integrasi data antar sistem, kesiapan sumber daya manusia, biaya investasi, dan kebutuhan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan investasi yang matang, pelatihan karyawan, serta penguatan integrasi sistem dan budaya adaptif terhadap digitalisasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik audit internal di sektor ritel dan memperkaya kajian transformasi digital dalam audit persediaan di Indonesia.
Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga Berbasis Program Kang Pisman di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung Ramayani; Agnes Alzena Syafitri; Renny Sunarny; Dewi Mustikasari; Yuki Hidayat Kusdinar
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i3.2408

Abstract

Peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan pengelolaan lingkungan perkotaan, termasuk di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, seiring keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti dan masih rendahnya kebiasaan memilah sampah dari sumber. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik pemilahan sampah rumah tangga warga Kelurahan Cijawura sesuai anjuran pemerintah melalui program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Metode pelaksanaan mengikuti kerangka design thinking meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test, melalui sosialisasi dan edukasi door to door oleh mahasiswa dan dosen pendamping lintas program studi kepada rumah tangga, kader RW/RT, PKK, dan Karang Taruna. Hasil kegiatan menunjukkan RW 13 yang menjadi lokasi percontohan telah mendekati kondisi zero waste, enam RW telah memiliki fasilitas Rumah Maggot untuk mengolah sampah organik, dan media edukasi flash card berhasil digunakan dalam sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah. Replikasi praktik baik ke RW lain masih memerlukan pendampingan berkelanjutan karena keterbatasan lahan dan variasi partisipasi warga antarwilayah. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan edukasi berkelanjutan, replikasi praktik RW percontohan, dan penerapan umpan balik serta apresiasi warga agar kebiasaan memilah sampah dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pemilahan Sampah Anorganik di Kelurahan Cijawura Bandung: Program Keberlanjutan Pilah Sampah Agnes Alzena Syafitri; Renny Sunarny; Dewi Mustikasari; Yuki Hidayat Kusdinar; Ramayani Yusuf
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v4i3.2467

Abstract

Sampah anorganik yang tidak dipilah sejak dari sumbernya menjadi salah satu penyumbang utama persoalan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan, termasuk di Kota Bandung. Sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung agar pengelolaan sampah dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kelurahan dan bersinergi dengan berbagai pihak, Universitas Teknologi Bandung (UTB) menginisiasi kegiatan pengabdian pendampingan pemilahan sampah anorganik di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu. Kelurahan Cijawura terdiri atas 13 Rukun Warga (RW), dengan RW 13 yang telah mampu mengelola sampahnya secara mandiri dijadikan rujukan praktik baik, sementara 12 RW lainnya menjadi sasaran pendampingan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga 12 RW dalam memilah sampah anorganik dari sumbernya. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), diawali dengan sosialisasi dan edukasi mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya pemilahan, dilanjutkan dengan uji coba pemilahan menggunakan dua kantong sampah (trash bag) khusus sampah anorganik per rumah tangga selama dua minggu, dengan pengumpulan dilakukan oleh mahasiswa pada hari yang telah dijadwalkan di setiap RW. Hingga naskah ini disusun, tahap sosialisasi telah dilaksanakan di seluruh 12 RW sasaran dan uji coba pemilahan sedang berlangsung. Capaian sementara menunjukkan peningkatan pemahaman warga mengenai jenis dan cara memilah sampah anorganik serta kesediaan awal mengikuti jadwal pengumpulan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pendampingan pemilahan sampah berbasis kelurahan yang dapat direplikasi pada RW maupun kelurahan lain di Kota Bandung.