Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, kepuasan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja aparatur desa, serta menguji peran pengalaman kerja sebagai variabel moderasi, pada aparatur desa di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh aparatur desa (Keuchik, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Kaur Umum, Kasi Pemerintahan, dan Kasi Pembangunan) di 21 desa, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sensus sehingga diperoleh 126 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi (β = 0,246; p = 0,003), kepuasan kerja (β = 0,219; p = 0,003), budaya organisasi (β = 0,409; p = 0,000), dan pengalaman kerja (β = 0,234; p = 0,001) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa, dengan budaya organisasi sebagai variabel paling dominan. Pengalaman kerja terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh kompetensi terhadap kinerja (β = 0,203; p = 0,021), namun tidak memoderasi pengaruh kepuasan kerja (p = 0,211) maupun budaya organisasi (p = 0,874) terhadap kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja aparatur desa perlu didukung melalui penguatan budaya organisasi, peningkatan kompetensi yang disertai pengalaman kerja memadai, serta perhatian terhadap kepuasan kerja aparatur.
Copyrights © 2026