Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Padang Guci-2 memerlukan analisis kestabilan lereng yang komprehensif karena area penstock berada pada wilayah bertopografi berbukit dengan kondisi geologi yang berpotensi mengalami kelongsoran. Ketidakstabilan lereng dapat mengganggu proses konstruksi maupun operasional pembangkit sehingga diperlukan evaluasi faktor keamanan lereng berdasarkan kondisi geoteknik setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stratigrafi dan karakteristik tanah berdasarkan hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium, menentukan nilai faktor keamanan lereng menggunakan metode Fellenius dan Bishop Simplified, serta mengevaluasi tingkat kestabilan lereng berdasarkan ketentuan SNI 8460:2017. Penelitian dilakukan melalui investigasi tanah menggunakan lima titik pengeboran (BH-01 sampai BH-05), pengujian laboratorium terhadap sifat fisik tanah, serta analisis kestabilan lereng menggunakan metode keseimbangan batas (Limit Equilibrium Method), yaitu metode Fellenius (Ordinary Method of Slices) dan Bishop Simplified. Parameter geoteknik yang digunakan dalam analisis meliputi berat isi tanah, kohesi, sudut geser dalam, kondisi stratigrafi, geometri lereng, serta muka air tanah yang diperoleh dari hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium. Hasil investigasi menunjukkan bahwa lapisan penyusun lereng didominasi oleh tanah lempung (clay), lempung lanauan (silty clay), lempung berkerikil (gravelly clay), serta lapisan batuan claystone pada kedalaman yang lebih besar. Nilai Standard Penetration Test (SPT) meningkat seiring bertambahnya kedalaman yang menunjukkan peningkatan kepadatan dan kekuatan tanah. Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa metode Fellenius menghasilkan nilai Factor of Safety (FoS) sebesar 2,04, sedangkan metode Bishop Simplified menghasilkan nilai FoS sebesar 2,44. Kedua nilai tersebut lebih besar dari persyaratan minimum 1,50 berdasarkan SNI 8460:2017, sehingga lereng dinyatakan dalam kondisi stabil. Meskipun demikian, pemeliharaan sistem drainase permukaan dan bawah permukaan tetap diperlukan untuk mengurangi infiltrasi air hujan, menekan tekanan air pori, serta menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026