Pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi kritis anggota eLTIM FBS UNM dalam membaca ideologi dan relasi kuasa pada teks digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas mahasiswa dalam mengakses berita daring, opini, dan media sosial yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan analisis kritis dan sistematis. Pelatihan dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu pemaparan konsep, praktik analisis teks digital, diskusi kelompok, dan presentasi hasil analisis. Materi difokuskan pada tiga dimensi AWK van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil kegiatan menunjukkan capaian rata-rata peserta sekitar 82%. Sebanyak 88% peserta mampu memahami struktur teks, 84% memahami kognisi sosial, 82% memahami konteks sosial, 80% mampu mengidentifikasi ideologi, dan 78% mampu membaca relasi kuasa dalam teks digital. Peserta juga menunjukkan kemampuan menghubungkan bukti tekstual dengan konteks sosial serta menyusun dan mempresentasikan hasil analisis secara sistematis. Pelatihan ini mendorong pergeseran pola membaca dari pemahaman isi menuju pembacaan yang lebih kritis, berbasis bukti, dan kontekstual. Dengan demikian, AWK model Teun A. van Dijk dapat digunakan sebagai perangkat penguatan literasi kritis mahasiswa dalam memahami teks digital sebagai ruang konstruksi representasi, ideologi, dan relasi kuasa.
Copyrights © 2026