Lahan gambut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun, pengelolaan yang kurang tepat menyebabkan penurunan produktivitas serta meningkatnya risiko kebakaran dan degradasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani melalui penerapan model Living Lab Agrosilvofishery di Desa Perigi, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan, pembelajaran lapangan (field learning), serta kolaborasi antara Universitas Sriwijaya, Yonsei University, pemerintah daerah, dan kelompok tani. Tahapan kegiatan meliputi persiapan kerja sama, pelaksanaan pembelajaran bersama masyarakat, perancangan solusi secara kolaboratif, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan gambut berkelanjutan, meningkatnya partisipasi petani dalam penerapan sistem agrosilvofishery, serta terbentuknya jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Model Living Lab mampu menjadi media pembelajaran bersama yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan ilmu pengetahuan sehingga mendukung keberlanjutan pengelolaan lahan gambut.
Copyrights © 2026